Tampilkan postingan dengan label Omil On Vacation ♥. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Omil On Vacation ♥. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

Kota Lumpia

Kalau biasanya hanya diam dirumah saat tahun baru, kali ini saya menikmati megahnya kembang api di Kota Semarang. Menjelang tahun baru 2014, Saya berlibur ke Semarang bersama keluarga. Perjalanan Saya pun dimulai pada hari Senin, 30 Desember 2013.

Ini pertama kalinya Saya berlibur ke Semarang. Semarang, menurutku Kota yang sangat bersih. Saya menyukai tata kotanya. Banyak sekali model bangunan zaman dulu dan menurutku itu sangat mengesankan. Perjalanan Saya pun di mulai dengan mengunjungi Klenteng Sam Po Kong. Di Klenteng ini kita bisa menikmati keindahan arsitektur Tiong Hoa yang khas yang menceritakan kisah legendaris dari laksamana Cheng Ho.







Selanjutnya, Saya dan keluarga ke Water Blast yang merupakan wahana permainan air. Dan baru kali ini saya ke wahana permainan air hahahaha. Karena baru pertama kali bermain dengan berbagai macam permainan air, saya pun mencoba semua permainan. Mulai dari wahana meluncur yang biasa aja sampai wahana meluncur yang lintasannya yang paling tinggi,cepat dan berbelok. Saking ini adalah hal baru dan saya sangat menyukai permainan yang memacu adrenalin, maka semua wahana yang kecepatan tinggi saya coba berulang-ulang. Sangat menyenangkan.

Tiba juga dimalam tahun baru. Saya menikmati malam pergantian tahun di daerah Simpang Lima. Yap, daerah ini dikenal sebagai alun-alun Kota Semarang. Bunyi petasan menandakan awal dari tahun 2014. Setiap orang saling mengucapkan, "Selamat Tahun Baru". Aneh menurutku, perayaan tahun baru diluar rumah. Karena biasanya Saya memilih dirumah dibandingkan desak-desakan ditengah keramaian, bising karena suara petasan yang saling berlomba-lomba dan emang lebih enak dirumah sambil bakar-bakaran, bercanda bersama saudara dan menonton film.





Dihari selanjutnya, saya masih menikmati indahnya Kota Semarang. Awal tujuan hari itu adalah Pantai Marina. Tapi ga jadi kesana. Hujan. Lalu memutuskan ke Solo dan balik lagi ke Semarang. Malamnya, tempat yang paling Saya tunggu untuk di kunjungi adalah Lawang Sewu. Tapi kecewa, pas sampai disana Lawang Sewu sudah tutup. Iya sih, Saya juga datengnya jam 9 Malem. 




Di Kota ini pun, Saya dan keluarga ga lupa untuk berwisata kuliner. Menikmati soto di beberapa kedai tiap pagi dan menikmati makanan khas Semarang, Lumpia. Sejatinya, Lumpia bukan khas dari semarang melainkan dari kuliner khas cina. Katanya sih, rasanya pun sudah mengalami proses pelokalan dan disesuaikan dengan lidah jawa. Lumpianya enak asal rebungnya diisi dikit aja hahahah.

Masih banyak tempat yang menarik yang belum Saya kunjungi. Semoga lain kesempatan bisa datang lagi di Kota ini, Aamiin. 

Good Bye Kota Semarang, Kota Lumpia, Kota Atlas (Semboyan kota Semarang, Aman, Tertib, Asri dan Sehat) dan dahulu kala disebut Venetie Van Java oleh orang Belanda karena mirip dengan Venisia yang dilalui oleh banyak sungai

Senin, 02 September 2013

Malino

Terputar, Trees and The Wild--Malino.

Ketika sebagian orang jenuh dengan hiruk pikuk kota, maka jawaban yang sama ketika ditanya hendak pergi kemana menikmati liburan akhir pekan ? Mereka (pasti) ingin ke tempat yang tenang, sejuk dan alami. mereka yang berdomisili di jakarta dan sekitarnya, maka pilihan tersebut akan jatuh di kawasan Puncak Bogor dan sekitarnya. Sedangkan bagi warga Makassar, maka Wisata Alam Malino menjadi pilihan yang baik.

Tak luput dari perhatian kami (re : Saya dan Teman-teman SD) juga memilih Malino sebagai liburan akhir pekan. Malino yang berada 90 km di sebelah timur Kota Makassar, kami tempuh dengan perjalanan 2 jam lebih. Perjalanan kami dihiasi dengan perbukitan yang tegak menjulang di kiri jalan dan lembah melandai di kanan jalan. Perjalanan menuju Malino pun melewati Bendungan Bili-bili yang mengalirkan air ke jutaan hektar sawah dan kebun, lembah dan lapisan bukit hijau terhampar di depan mata.

Semakin mendekati Malino, udara pun terasa semakin sejuk. Kami lebih memilih mematikan AC mobil dan mebuka jendela agar kami dapat dengan bebasnya menghirup udara segar. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Hutan Pinus. Cukup membayar Rp. 3000/orang untuk menikmati suasana di Hutan Pinus ini. Kami pun mencari tempat yang nyaman untuk bersantai dan menikmati makan siang di Hutan Pinus ini.

Pintu masuk Hutan Pinus





Hutan Pinus

Persiapan makan siang
 

 Mari makaaan






Selesai makan siang

Setelah selesai makan, kami pun berjalan menelusuri Hutan Pinus ini....


Teman SD :"""

Raras, Hasti dan Nitas

Candid hahaha

1...2...Lompaaaaaaat

4 manusia besar + 1 manusia kurus dan tinggi :|

Suka sama foto Nitas yang ini :3

Foto ini diambil oleh Nining, aaakhhh suka ;3

Ga berani naik kuda, akhirnya foto pegang kuda aja ><



Kiss :*

Banyak warung di  luar Hutan Pinus

Menuju tempat selanjutnya :D
Setelah menghabiskan beberapa jam di Hutan Pinus, Kami memutuskan untuk pergi ke Pasar Tradisional Malino. Di pasar ini menjual berbagai macam jenis sayuran (Kentang, Wortel, Buncis Dll), buah (Alpokat, Markisa dan Apel) dan berbagai macam oleh-oleh khas Malino, misalnya Tengteng Malino yang kata temanku Silverqueen khas Malino hahaha (Tengteng terbuat dari kacang tanah dan gula merah). Kami ke pasar pun karena titipan dari orang tua masing-masing ingin dibeliin sayur-sayuran karena harganya lebih murah dibandingkan pasar tradisional di Makassar.

Beli apa ya ?

Temanku lagi tawar menawar tuh haha

Kesibukan temanku hihihi

Adegan tawar menawar

Yeay, Sayur mayur sudah ditangan :D

Walaupun panas-panasan tapi udara di Malino sangat sejuk sehingga tak menghentikan kami untuk mengunjungi salah satu wisata air terjun di Malino. Tadinya kami bingung hendak ke wisata air terjun yang mana, tapi akhirnya kami ke Air Terjun Takapala. Takapala diartikan sebagai ta=tidak, kapala’=tebal. Maksudnya air terjun ini tidak deras atau tidak berbahaya untuk dikunjungi wisatawan. Wisata air terjun selalu menarik untuk dikunjungi, meskipun kami hanya duduk terdiam, menikmati perpaduan sensasi gemuruh suaranya dan melihat butiran kabut air yang berjatuhan.

Air Terjun Takapala, Volume airnya semakin sedikit karena ga pernah hujan.

Bidadari-bidadari air terjun haha

Omil, Aksha dan Hasti

Foto ini diambil oleh Amri, Keren Bro :D

Lelah tapi menyenangkan :))

Kami berdua hanya berani foto dari jauh

Nah, di batu besar itu adalah teman-temanku

Foto ini di ambil diatas batu besar dekat banget sama air terjun

 
Ga bisa dari dekat, dari jauh pun bisa menikmati air terjunnya :")

Beginilah seharian liburan ke daerah pengunungan. Walaupun hanya beberapa tempat yang kami kunjungi tapi ini sangat menyenangkan :D. Menyenangkan jika menghabiskan waktu bersama orang-orang yang menyenangkan pula. Dan akhirnya kami harus kembali ke Kota Makassar meninggalkan Malino yang penuh dengan panorama alam yang mempesona dan mengesankan.







Senin, 26 Agustus 2013

Fort Rotterdam

Kali ini liburan saya diisi dengan mengunjungi Benteng yang paling terkenal di Kota Kelahiran Saya, Makassar yaitu Fort Rotterdam. Simak dulu yuk Sejarah singkat Benteng ini yang saya Copy-Paste dari Google.

Benteng ini dulunya adalah milik kerajaan Gowa-Tallo, tapi waktu itu konstruksinya terbuat dari batu padas dan tanah liat dan berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.

Sketsa Berbentuk Penyu, Fort Rotterdam




Begitu kalah perang, benteng ini akhirnya diserahkan kepada Belanda yang menjadikannya pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur. Namanya diganti dengan Fort Rotterdam sesuai dengan nama tempat kelahiran Cornelis Speelman yang saat itu menjabat sebagai Gurbernur Jenderal Hindia Belanda. Bangunan bentengnya bergaya arsitektur Eropa abad ke 16 yang masih terpelihara dengan baik.

Benteng Fort Rotterdam

Benteng ini pun menjadi salah satu tempat wisata, banyak turis loh yang mengunjungi Benteng ini hehehe. Menurutku selain keindahan Benteng yang arsitekturnya bergaya Eropa, di Benteng ini pula terdapat Museum Lagaligo.Museum yang menyimpan benda-benda sejarah Kerajaan Gowa. Tapi sayang sekali sewaktu berkunjung ke Benteng ini, Saya ga pernah sekalipun masuk ke dalam Museum itu hehehe.

Kalau boleh dibilang, Benteng ini pun menjadi tempat latihan teater, baca puisi bahkan belajar berbagai bahasa. Dan Maksud kedatangan Saya di Benteng ini adalah Foto-foto hehehe. Ini beberapa foto Saya di berbagai sudut Fort Rotterdam.


Tembok Depan Fort Rotterdam



Diatas Benteng hihi

Semua bangunan di Benteng ini mempunyai jendela seperti ini

Candid. Belum siap, masih pentulin hijab nih hihi

Salah satu sudut diatas Benteng

Bye bye Rotterdam



Rabu, 17 Juli 2013

Welcome to Makassar, Mil !

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar
10.05 WITA ...
Hello Kotaku, kota kelahiran perempuan yang bernama Yaumil Akhir B hehehhe.
Bahagia, senang dan terharu bisa pulang lagi di kota ini. Kota yang merekam semua kenangan masa kecilku. Kota tempat tinggal mama dan kakak-kakakku.

Saya tak henti-hentinya membatin, berucap syukur bisa pulang lagi, walaupun hanya setahun sekali. Kota ini adalah benar-benar "rumah" buatku.

Welcome...Welcome Mil....
Selamat menikmati "kembali" indahnya kotaku, kotamu, kota dengan tingkat panas yang tak tanggung-tanggung :")


Jumat, 15 Maret 2013

BonBinDung


Hello Maret, Hello Malam, Hello Semesta, Hello Rio Dewanto, Hello Tugas Keuangan, Hello...Hello :)

Berawal dari ide temanku, Ayu. Maka kami berempat menginjakkan kaki di Kebun Binatang Bandung sebut saja BonBinDung.

Kenapa memilih BonBinDung ???

Saya sendiri juga heran, ketika waktu itu, sesampainya aku dikelas terjadi perbincangan seperti ini..
"Hari Kamis ke Kebun Binatang yuuuu...."
"Mau ngapain ke Kebun Binatang ?"
"Ya..aku belum pernah kesana"
"Aku juga"

Dengan alasan kuat "belum pernah kesana", akhirnya tadi siang dengan di bantu angkot Caheum Ledeng kami pun tiba di lokasi tujuan.

Awalnya sih, kami mengumpulkan keyakinan bahwa ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Kami loncat-loncat setibanya di depan gerbang kebun Binatang dan berkata, "Yeaaaah kebun Binatang" hahahaha. Untuk membeli tiket, siang tadi kami tidak perlu mengantri. 4 tiket sudah di tangan, saatnya berwisata :)

Tiket Rp 15.000

Yang pertama kali kami lihat adalah buaya. Rupanya buaya lagi berjemur menikmati pandangan cewek-cewek kece seperti kami yang menunggu buaya biar melakukan atraksi masuk ke dalam air. Tapi ternyata ga masuk-masuk ke air -___- buayanya diem aja ga gerak-gerak, jangan-jangan yang kami lihat itu patung ._.

Selanjutnya, ada Beruang Madu. Entah mengapa beruangnya ada empat. Kami juga berempat. Dan akhirnya berebut beruang..
"Aku beruang yang itu yaa"
"Aku yang ini deh"
"Oke aku yang itu aja"
"Aku yang mana aja"

Perjalanan pun berlanjut. Mulai dari ular, harimau, beruang, singa, komodo, aneka burung, zebra, unta, rusa, kancil, kuda, monyet, orang utan, mas-mas penjual buah, mas-mas penjual mainan dan masih banyak lainnya yang kami lihat di siang hari ini.

Iie dan Pelikan
Omil dan Pelikan

Keke dan Pelikan

Mereka sengaja foto berdua, sama-sama ga berani :P

Begitu Indah

Ayu dan Merak...Cieee Cinlok :P

Ayu dan Beo, Cie Cinlok lagi :P

Ayu doang yang berani foto sama ular, prok prok prok

Ini aksi kami, Wisata ke BonBinDung


Ini Aksi kami, Mana Aksimu ?
Yang lagi serius liatin Kuda Nil

Ceritanya lagi suapin si Unta

Ayo belajar menyebutkan O.....mil

Di rumah Orang Utan, Cieee :P


Akhirnya kumpul keluarga :3
Jangan foto-foto, cepat kasih aku makan

Ini juga foto-foto aja, mana makanannya ?

Keliatannya cewek ini bawa makanan

Ayo makan ayo makan kalau bisa hahahha

Yang asli ga bisa, yang palsu pun sikat

Aku merindukanmu #ehhhhh


Penuh Cinta ke Kebun Binatang hahah


Bener-bener sebuah perjalanan wisata yang menyenangkan. Sungguh luar biasa Makhluk CiptaanNya. Banyak hal yang kami ketahui setelah berkunjung di sana. Mulai dari hewan-hewan apa saja yang dilindungi sampai hewan-hewan apa saja yang hampir punah. Dan pastinya menambah pengetahuannya saya tentang hewan yang namanya Tapir.

Perbincangan kami sebelum melihat Tapir.

"Selanjutnya mau lihat apa ?"
"TAPIIIIIIIR, Aku seumur hidup belum pernah lihat Tapir"
"Aku juga"
"Tapir itu kayak sapi kan ? tapi versi kecil"
"Bukan...Hidungnya kayak Babi dan badannya gede"
"Iya hidungnya kayak babi"
"Warnanya hitam putih"
"Tapir..bukan aku oh oh"
"TAPIIII yuuuuuuuu"

Dan inilah hewan yang namanya Tapir..

Tapir memiliki keunikan pada warna tubuhnya dimana bagian depan tubuh dari bagian kepala, leher dan kaki berwarna hitam, sedangkan bagian belakangnya berwarna putih Selain memiliki keunikan pada warna tubuh, tapir mempunyai keunikan tersendiri pada jumlah jemari kaki. Pada kaki depan tapir memiliki empat jari sedangkan pada kaki belakang hanya tiga. Bentuk tubuh yang membulat dan kaki depan yang lebih pendek, memungkinkan tapir untuk berlari dengan cepat diantara rerimbunan semak. Selain itu, tapir mempunyai kemampuan untuk berenang dan menyelam dalam air untuk waktu yang lama. (dari berbagai sumber)




Hello, Kamu jadi Trending Topic Loh :)