Senin, 06 April 2015

Surat Penyemangat


Lagi-lagi Kakakku, Kak Mel membuat kejutan. Mungkin bagi sebagai orang ini bukan kejutan, tapi bagiku ini kejutan yang tak bisa dibayar dengan apapun.

Surat Penyemangat. Sore tadi Aku baru menerima surat. Ini mungkin bukan surat pertama yang Aku terima, tapi ini surat pertama dari keluargaku. Bukan surat wasiat, melainkan surat penyemangat. Yap, Kak Mel tahu kalau Aku akhir-akhir ini kurang bersemangat, malas ngapa-ngapain, makan pun jarang (bukan karena pengen diet, tapi kurang berselera banget. Hello seorang Omil malas makan ? Bukan Aku banget...hahahha). Karena Aku anak rantau, jauh dari rumah...makanya Kak Mel rasa Aku harus terus disemangatin biar ga males kuliah. Soalnya Aku anaknya gampang nangis (percayakan ? hahah sesungguhnya Omil sangat rapuh, tapi pura-pura tegar aja didepan temen-temen), gampang kepikiran sama hal-hal kecil, gampang panikan dan gampang pula patah semangat :(

Dan tiba-tiba ada sepucuk surat. Isinya ya...nanyain kabar, curhat tentang hobi baru Aku sama Kak Mel (Red : Nonton drama korea haha) dan kalimat-kalimat yang membangun semangatku setelah membacanya. Ga nyangka aja, Ka Mel punya cara lain buat menyemangatiku hihihi. Dan lagi-lagi Aku nangis bacanya. Terharu. Duh...bener-benernya Omil tuh sayang banget sama keluarga :")

Terimakasih Kak Mel untuk segalanya haha. Tuhan Maha Baik memberikan seorang Kak Mel yang sangat baik jadi Kakakku. 

Penggalan isi Surat Penyemangat dari Kak Mel.

"Fighting biar cepat sarjana."
"Ingat banyak mimpi yang harus menjadi nyata."
"Ga kerasa Omil udah mau balik ke Makassar lagi yang artinya siap-siap gendut karena Omil suka makan. Gendut bukan berarti jelek, karena kita memiliki hati yang besar."
"Tetap jadi Adik yang baik, manja dan paling banyak maunya."
"Kakak ga berhenti nih nonton drama korea akibat ulah Adik hahaha."




Xoxo,



Omilmilo



Senin, 23 Maret 2015

Stay or Go ?



Pilih mana, tetap berada di Comfort Zone atau pergi kemanapun, menapakkan kakimu dimanapun ?
Saya pilih tetap dijalur nyaman, bertemu sama orang yang itu-itu aja, pergi ke tempat yang itu-itu aja, pola pikir yang bisa dibilang ga berkembang hanya ngikut ke pola pikir temen yang dianggap lebih dariku. Tapi, itu dulu, jaman SMA. Yang hanya kepikiran "Yang penting lulus UN dulu aja", "Kuliah? nanti aja dipikirin, yang penting lulus UN dulu." Pikiran ga terbuka lebar. Padahal maunya bisa urus masuk Universitas lewat jalur prestasi. Pilihan Jurusan pun hanya ikut-ikutan ke teman, "Ya..yang penting bareng temen." Pada akhirnya, ga lulus SNMPTN tahun pertama.

Ga lulusnya SNMPTN, Saya hanya merenggek minta kuliah pada tahun itu, yang penting kuliah. Di swasta juga ga apa-apa. Padahal didalam keluargaku, harus kuliah di negeri, biar irit biaya kuliah. Beralasan karena teman-temanku udah pada kuliah dan malu karena ga kuliah setelah lulus SMA, makanya maksa buat kuliah di swasta aja. Tapi, emang takdir. Waktu akan membayar uang awal kuliah di universitas swasta itu, ga tahu kenapa tiba-tiba bilang ke Kakak, pengen ke Bandung aja, les setahun terus coba ikut SNMPTN untuk masuk universitas negeri. Saya merasa kalau gini-gini aja, nantinya mau jadi apa ? apa kabar dengan mimpi, cita-cita yang selama ini selalu menggantung, mengambang 5 Cm didepan keningku ? Apa kabar dengan prinsip keluargaku, yang ga boleh kuliah diswasta demi mengirit biaya kuliah ? Apa kabar dengan prinsipku, Saya harus bisa melebihi Kakak-Kakakku ?

Yes, Move out of my comfort zone.
Saya harus keluar dari zona nyamanku. Merantau. Awalnya sulit banget, karena Saya dilahirkan di dalam keluarga yang saling melengkapi satu sama lainnya. Rasanya ada yang hilang ketika jauh dari mereka. Dan ketika sudah merantau, pola pikir berubah, hidup sangaaaaaaaaat mandiri ga sekalipun pernah mengandalkan orang lain, selama masih bisa sendirian hahahaha. Makanya kata temanku, "pantes jomblo !" :(

Merantau. buat Saya tahu apa makna dari mimpi, buat Saya tahu apa arti kerja keras, buat Saya tahu apa arti rindu, buat Saya tahu bahwa hidup ini keras.
Merantau. Dapat temaaaaaaaaaaan yang banyak dari kota yang berbeda. Ahhhhhh....senang bisa berteman sama kalian, xoxo.
Merantau. Membuat Saya selalu nangis sejadi-jadinya kalau setelah liburan ke Makassar terus harus balik lagi ke Bandung. Bener-bener nangis sampai sesak napas, hahaha. Kata Kakakku, Aku ini udah gede, tapi masih aja nangis kayak anak kecil huhu.

Hari ini pun, Kakakku, Kak Mita pun merantau. Dipindahtugaskan ke Kalimantan. Saya sedih, tapikan seharusnya yang lebih sedih itu Kak Mita. Saya sedih, karena Kak Mita bener-bener sendirian disana, mulai dari awal lagi. Tapi, kata Kak Mita, Nyaman itu kita yang buat. Mau kita ada dimana, sama siapa...buat hatimu berada disitu.

Stay or Go ?
Saya pilih tetap pergi merantau. Memeluk mimpi-mimpi yang lagi on process. Pergi ketempat yang baru, menemukan yang baru, pola pikir yang baru, pacar yang baru (?) hahahaha

"Move out of your comfort zone. You can only grow if you are willing to feel awkward and uncomfortable when you try something new." Bryan Tracy.



Xoxo,



Omilmilo


Kamis, 29 Januari 2015

Gelar Sementara

 "Kes, tangan kamu mana ? Kita pegangan tangan yuk, Aku takut...."Satu kutipan percakapan Aku dan Kekes saat pengumuman hasil Seminar Usulan Penelitian (SUP/Ujian Proposal). Grogi, takut, panik yang Aku rasain ketika Seminar Usulan Penelitian ini berlangsung. Saat namaku dipanggil untuk diuji, mulutku komat-kamit baca doa agar dimudahkan.

 Alhamdulillah, hasilnya memuaskan. Lulus dengan perbaikan. Rasanya senang banget, bukan karna dinyatakan lulus aja, tapi ada kebahagian tersendiri saat kamu di uji sama dosen yang "wow" yang melatih mental banget dan membuat perasaan takut naik turun serta grogi setiap saat, akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.

Dan sekarang, namaku udah punya gelar loh dibelakang hahaha. Yaumil Akhir B, S.UP. Gelar sementara untuk mencapai gelar yang sesungguhnya hehe. Bismillah, saat keluar surat keputusan dosen pembimbing, namaku dipasangkan dengan dosennya yang bener-bener memudahkan jalan menuju sarjana. Aamiin.

Satu yang menjadi bahan pembelajaran buatku adalah jangan bimbingan ke beberapa dosen. Pusing. Satunya bilang ini dan yang satunya bilang itu. Kayak Aku sekarang. Harus mengganti beberapa bagian di draf proposalku, padahal dosen sebelumnya udah bilang oke dengan drafku.

Tetap semangat buat teman-teman yang belum lulus dan teman-teman yang akan mengikuti SUP bulan Februari. Mangaaaaaaaaat, pasti bisaaa :*

Selain kabar gembira yang datang dari hasil SUP. Hari ini, Surprise ulang tahun buat sahabatku iie berjalan lancar hehe. Selamat Ulang tahun ya, Cimit. Sukses, bahagia dan penuh cinta yaa :*







Jumat, 23 Januari 2015

Memori 2014

Blogku tersayang, apa kabar ? Udah setahun ga pernah posting tulisan lagi. Banyak banget peristiwa yang Aku lalui di tahun 2014. Mulai dari perjalanan ke kota-kota di Indonesia sampai urusan kuliahku yang bentar lagi memperoleh gelar sarjana (Aamiin).

Happy banget di tahun 2014, Aku bisa pergi mengunjungi kota Impianku, Yogjakarta. Kenapa Yogja ? Selain karena Aku sangat tertarik sama bangunan kuno yang katanya banyak di kota ini, di Yogja pun kita akan menemui beraneka ragam budaya. Berangkat dari ajakan seorang teman, Akupun pergi ke Yogja (Walaupun sebenarnya Aku udah pernah ke Yogja tahun 2013 dalam rangka Company the visit, tapi ga puas soalnya hanya mengunjungi salah satu pabrik gula). List tempat yang akan dikunjungi saat di Yogja adalah Candi Borobudur. Teman-temanku udah 2-3 kali ke Candi Borobudur, Aku ajak mereka tapi katanya bosen, panas dan gerah. Dengan memelas dan sedikit paksaan, akhirnya mereka mau ke Candi Borobudur. Rasanya tuh ya, Senaaaaaaaaaang banget. Akhirnya, bisa lihat Candi Borobudur secara langsung, ga di TV ataupun gambar di buku sejarah sewaktu SMP :")


Wohoooooooooo Candi Borobudur


2014 pun masih membawaku pulang ke rumah. Pulang bertemu Mama dan Kakak-kakakku. Alhamdulillah, masih bisa merayakan Hari Raya Idul Firti bersama :)

Keluarga Baharuddin

Urusan kuliahku, di tahun 2014 akhirnyaaa KKN. KKN = Kumpul Kumpul Nongkrong. KKN = Kuliah Kerja Nyuci. KKN = Kuliah Kerja Ngemil (ini mah Aku banget hahaha). Yap, Semester 6, salah satu mata kuliah yang harus dikontrak adalah KKN. Aku mau KKN tuh harus di tempat yang jauh dari rumah, yang kalau kemana-mana susah transportasi, intinya mah harus di desa hehehe. Dengan bekal nanya ini itu ke senior, akhirnya Aku memutuskan untuk KKN di Garut. KKN ga hanya jalanin program kerja saja, tapi....Aku bertemu dengan teman-teman yang sangat membuatku nyaman. Malahan pengen KKN lagi :( kangen dengan kebiasaan teman-teman serumah, kangen Bunda pemilik rumah sewaan, kangen yang tiap hari selalu ketawa, kangen sama kebiasaan buat laporan tengah malam sambil ditemanin anak-anak cowok yang suka curhat colongan ke Aku, kangen sama jajanan di sanaaaaaaaaaa, kangen pemandangan kiri-kanan rumahku adalah gunung dan sawah, kangen shalat magrib bareng mereka, kangen meracik kopi buat anak-anak cowok, kata mereka kopi buatanku enak banget hahaha dan yang pasti Aku kangen masak buat kaliaaaaan. enak ga enaknya masakan Aku, kalian pasti nungguin kalau pagi hari :") Tuhkan....jadi kangen teman-teman KKN :( KKN emang berakhir, tapi persahabatan kami masih terus berjalan.


Sahabat itu ga dicari. Sahabat adalah mereka yang diberi Tuhan untuk kita.

Masih di tahun 2014 dan masih berurusan seputar kuliah. Kali ini adalah magang. Dari awal kuliah, kalau ada temen yang nanya, mau magang dimana ? pasti jawabanku adalah di Bank Indonesia. Ada alasan kenapa harus di Bank Indonesia. Waktu Kak Mita--kakakku--kuliah dia mau banget magang di Bank Indonesia tapi ga kesampaian karena jadwal magang di BI akan memperlambat Kak mita lulus kuliah 3,5 tahun. Akhirnya, Aku harus magang di BI, harus bisa lebih dari Kak Mita (Secara di dalam keluargaku, adik-adiknya harus melebihi kakaknya). Alhamdulillah, Allah berpihak kepadaku. Kirim surat magang ke Bank Indonesia hari Selasa, Jumatnya udah di telepon kalau keterima magang di BI padahal ga berharap secepat itu magangnya, soalnya kata banyak orang kalau mau magang di BI itu waiting list, jadi kirim surat magangnya harus secepatnya. Dan plus-plusnya lagi, magang di BI menambah relasiku mulai dari satpam, OB, Ibu jualan di kantin, pegawai, manajernya dan tentunya teman-teman magangku dari universitas lain.


Dan di akhir tahun 2014, liburaaaaan ke Malang. Liburan tahun baru hehehe. Yang sebenarnya kalau di zoom out, Aku tahun baruannya di kereta api. Tidur. Tanpa sepatah kata resolusi. Baru tahun ini, ga memikirkan dan menuliskan resolusi. Ya....biarkan mengalir apa adanya. 

2015. Sekarang, hari ini. masih mengenai urusan kuliahku. Aku baru pulang nih dari Technical meeting Seminar Usulan Penelitian (SUP/ Ujian Proposal). Ini langkah awal menuju skripsi. Dan, jeng...jeng....jeng.....pengujiku adalah dosen-dosen yang "wow" kalau lagi nguji proposal. Bismillah aja, semoga hasilnya memuaskan dan terbaik di tanggal 29 Januari 2015. Doakan Aku yaaaaaaaaaa :)


Senin, 27 Januari 2014

Cepat Pulang, Nak....


"Apa rasanya setelah di telepon sama Mama ?"
"Senang."
"Biasa aja."
"Bahagia."
"Saya sedih. Dan paling tepatnya Saya nangis."

Mamaku memang tak tiap hari nelpon, mungkin 3 hari sekali, pernah juga seminggu sekali, tapi dalam beberapa bulan ini hampir tiap hari mama menelponku. Walaupun jarang komunikasi sama mamaku, tapi Saya tiap hari komunikasi sama Kakakku. Selalu menanyakan keadaan mamaku, keadaan rumah dan keadaan kakak-kakakku yang lain.

Tiap kali mama menelponku, Saya selalu berusaha baik-baik saja diujung telepon. Berusaha membuat suara saya senang, menahan tangis. Entah kenapa Saya selalu merasa sedih ketika mama menelponku.

Tiap kali mama menelponku, pertanyaan wajib mamaku adalah apakah Saya sudah makan, lagi dimana dan gimana kuliah Saya. Sayapun selalu menanyakan kondisi kesehatan mamaku. Sudah setahun lebih mamaku sakit. Sudah setahun lebih pula Saya selalu menahan tangis ketika mamaku menelponku.

Kalimat penutup saat Saya dan mama mengakhiri telepon adalah................................."Cepat Pulang, Nak. Cepat selesai kuliah, biar cepat balik ke rumah...Mama mau Omil di Makassar aja kerjanya biar mama ada temennya...Cepat Pulang ya Nak...Kuliah yang bener biar cepat sarjana". Ucapan mamaku itu di barengi sama tangisannya. Sudah tentu Saya menahan tangis. Dan selalu bilang ke mamaku, "Iya doakan Omil, mah...Omil pasti pulang, pasti sama mama lagi.

Saat tahun baru, mama juga menelponku. Tepat jam 12 WIB (Satu jam lebih lama dibandingkan Makassar). Mama menungggu sampai jam 1 waktu Makassar untuk menelponku dan mengucapkan tahun baru. Mamaku nangis. Aku juga demikian, ga kuat lagi harus menyamarkan suaraku biar terdengar senang.

Mamaku juga selalu menelpon rutin ketika ujian kampusku berlangsung. Mama selalu mendoakanku, mama selalu menyemangatiku dan selalu bilang, Cepat Pulang, Nak.....:( :( :(







Sabtu, 25 Januari 2014

Siar, Daur Baur


Awal mulanya dari ajakan seorang temanku untuk menonton film dokumenter musik Pandai Besi/Efek Rumah Kaca. Saya sebenarnya ga tahu kalau minggu ini akan ada pemutaran film dokumenter musik bertajuk "Siar, Daur Baur". Jarang buka twitter dan jarang kepoin twitter Efek Rumah Kaca jadi gatau ada acara tersebut. Untungnya, Saya diajak sama temanku yang sama-sama penggemar Efek Rumah Kaca.

Kata temanku malam itu, menonton film dokumenter musik Pandai Besi/Efek Rumah Kaca harus melakukan registrasi. Saya pun langsung mengambil laptop dan segera mungkin membuka situs TANCEPin yang di link dari twitter Efek Rumah Kaca. Tanpa menunggu lama, Saya mendapatkan konfirmasi di email kalau Saya kebagian nonton jam 16.00 (Umum). Film Dokumenter musik ini dibagi menjadi dua sesi. Pertama pada jam 13.00 yang ditujukan untuk komunitas dan sesi kedua jam 16.00 yang ditujukan untuk umum. 

Tapi pada akhirnya, kami kebagian sesi pertama karena temanku menghubungi salah satu tim dari Efek Rumah Kaca dan yap...Kami boleh masuk di sesi pertama walaupun pemutaran film dokumenter musiknya ngaret karena tim Pandai Besi/efek Rumah Kaca kejebak macet dari Jakarta.

Film Dokumenter musik "Siar, Daur Baur dibuka dengan lagu Hujan Jangan Marah. Pandai Besi/Efek Rumah Kaca mencoba mendokumentasikan rekam jejak perjalanan musik mereka dalam sebuah film yang disutradarai oleh Dana Putra. "SIAR, DAUR BAUR" tentang 8 musisi berbakat yang menyebut diri mereka Pandai Besi dalam perjalanannya menuju studio paling bersejarah di Indonesia yaitu Lokananta, untuk merekam album "DAUR,BAUR" yang berisi 9 lagu aransemen ulang dari lagu-lagu Efek Rumah Kaca secara live. Album "DAUR,BAUR" juga menjadi album terbaik tahun 2013 versi Tempo.

Di penutupan pemutaran film dokumenter musik ini, Kami disuguhkan oleh video klip Pandai Besi, Laki-laki pemalu. Hampir semua orang ketawa dalam ruangan saat menontonnya. Video klip ini membuat bang Cholil (Vokalis) harus joget-joget ga jelas dan sukses menjadi seorang balerina (bukan bang Cholil banget, kata temanku).

Dan Saya semakin penasaran dengan kalimat sutradara film dokumenter musik ini saat membuka acara. Katanya kurang lebih seperti ini, "Kita akan melihat perjalanan Efek Rumah Kaca  menajadi Pandai Besi dalam film ini". Efek Rumah Kaca sudah melebur menjadi Pandai Besi ???? setahuku Pandai Besi adalah projek dari Efek Rumah Kaca, Pikirku. Setelah membaca beberapa artikel, akhirnya ada kutipan dari bang Cholil yang memuaskan pertanyaanku tadi. 

"Pandai Besi itu proyek milik ERK. Sebagian lagu Pandai Besi adalah lagu ERK yang diaransemen ulang menjadi lebih rumit dan kadang-kadang menjadi lebih panjang."

Selain menonton film dokumenter musik ini, Saya senang banget. Akhirnya bisa ketemu sama temanku, Dini. Teman dunia maya selama 5 tahun yang sama-sama penggemar Efek Rumah Kaca. Sebelumnya, Kami pernah bertemu dengan unsur ketidaksengajaan di salah satu rumah makan di Bandung. Banyak cerita banget sama Dini mulai dari masalah kuliah, Efek Rumah Kaca, band indie lainnya, gigs sampai masalah pacar hehehe.  


Kalian pernah ketemu sama seseorang dan sekalinya bertemu Kamu dapat menceritakan apa aja sama Dia ? Yap, Saya pernah, hari ini.

Kalian dapat mendownload lagu Pandai Besi disini http://efekrumahkaca.net/en/multimedia/audio/category/9-daur-baur






Kamis, 23 Januari 2014

Kota Lumpia

Kalau biasanya hanya diam dirumah saat tahun baru, kali ini saya menikmati megahnya kembang api di Kota Semarang. Menjelang tahun baru 2014, Saya berlibur ke Semarang bersama keluarga. Perjalanan Saya pun dimulai pada hari Senin, 30 Desember 2013.

Ini pertama kalinya Saya berlibur ke Semarang. Semarang, menurutku Kota yang sangat bersih. Saya menyukai tata kotanya. Banyak sekali model bangunan zaman dulu dan menurutku itu sangat mengesankan. Perjalanan Saya pun di mulai dengan mengunjungi Klenteng Sam Po Kong. Di Klenteng ini kita bisa menikmati keindahan arsitektur Tiong Hoa yang khas yang menceritakan kisah legendaris dari laksamana Cheng Ho.







Selanjutnya, Saya dan keluarga ke Water Blast yang merupakan wahana permainan air. Dan baru kali ini saya ke wahana permainan air hahahaha. Karena baru pertama kali bermain dengan berbagai macam permainan air, saya pun mencoba semua permainan. Mulai dari wahana meluncur yang biasa aja sampai wahana meluncur yang lintasannya yang paling tinggi,cepat dan berbelok. Saking ini adalah hal baru dan saya sangat menyukai permainan yang memacu adrenalin, maka semua wahana yang kecepatan tinggi saya coba berulang-ulang. Sangat menyenangkan.

Tiba juga dimalam tahun baru. Saya menikmati malam pergantian tahun di daerah Simpang Lima. Yap, daerah ini dikenal sebagai alun-alun Kota Semarang. Bunyi petasan menandakan awal dari tahun 2014. Setiap orang saling mengucapkan, "Selamat Tahun Baru". Aneh menurutku, perayaan tahun baru diluar rumah. Karena biasanya Saya memilih dirumah dibandingkan desak-desakan ditengah keramaian, bising karena suara petasan yang saling berlomba-lomba dan emang lebih enak dirumah sambil bakar-bakaran, bercanda bersama saudara dan menonton film.





Dihari selanjutnya, saya masih menikmati indahnya Kota Semarang. Awal tujuan hari itu adalah Pantai Marina. Tapi ga jadi kesana. Hujan. Lalu memutuskan ke Solo dan balik lagi ke Semarang. Malamnya, tempat yang paling Saya tunggu untuk di kunjungi adalah Lawang Sewu. Tapi kecewa, pas sampai disana Lawang Sewu sudah tutup. Iya sih, Saya juga datengnya jam 9 Malem. 




Di Kota ini pun, Saya dan keluarga ga lupa untuk berwisata kuliner. Menikmati soto di beberapa kedai tiap pagi dan menikmati makanan khas Semarang, Lumpia. Sejatinya, Lumpia bukan khas dari semarang melainkan dari kuliner khas cina. Katanya sih, rasanya pun sudah mengalami proses pelokalan dan disesuaikan dengan lidah jawa. Lumpianya enak asal rebungnya diisi dikit aja hahahah.

Masih banyak tempat yang menarik yang belum Saya kunjungi. Semoga lain kesempatan bisa datang lagi di Kota ini, Aamiin. 

Good Bye Kota Semarang, Kota Lumpia, Kota Atlas (Semboyan kota Semarang, Aman, Tertib, Asri dan Sehat) dan dahulu kala disebut Venetie Van Java oleh orang Belanda karena mirip dengan Venisia yang dilalui oleh banyak sungai